Virtual Private Network, atau yang biasa disingkat sebagai VPN, merupakan sebuah teknologi yang makin digunakan secara luas. Dengan VPN, pengguna bisa mendapatkan koneksi internet yang relatif lebih aman dan terlindung dari pengintaian.

Tersedia berbagai penyedia layanan saat ini. Sebut saja NordVPN,Surfshark, atau Hotspot Shield. Bahkan, ada juga beberapa layanan VPN yang bisa digunakan secara gratis.

VPN gratis versus berbayar

Layanan bebas biaya tentu lebih nyaman di kantong, namun biasanya performanya juga tidak bisa diandalkan. Pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, menjelaskan bahwa VPN gratis tidak memberikan jaminan keamanan yang memadai.

“Prinsipnya kerjanya itu sama kayak proxy server. Apa pun yang lewat proxy serverbisa dilihat oleh pemilik proxy,”ujar Alfons. “Mereka bisa mengambil data yang ditransmisi selama perangkat terhubung. Seperti data username, password, finansial, dan yang lainnya.”

Studi dari CSIROyang dirilis 2017 silam menunjukkan bahwa 84 persen VPN gratis membuka data IPv6perangkat secara gamblang, dan 66 persen membocorkan DNSpengguna. Itu artinya, ada risiko kebocoran data yang cukup besar. Perangkat juga berpotensi disusupi spyware, malware, dan adware.

Itu sebabnya, Alfons menyarankan pengguna untuk tidak melakukan kegiatan transaksi dengan menggunakan VPN gratis, khususnya internet banking. Kita tidak pernah tahu apabila ada data atau informasi yang diambil dan disalahgunakan. Contohnya seperti yang terjadi pada kasus Facebook Research.

Keresahan ini menjadi tanda tanya bagi para calon pengguna VPN. Sebenarnya, bagaimana cara kerja VPN sehingga bisa memberikan privasi dan keamanan? Lalu apa saja hal yang perlu dipertimbangkan saat memilih penyedia layanan?

Memahami cara kerja VPN

VPN bekerja dengan cara mengubah jalur koneksi pengguna melalui server penyedia layanan, sekaligus menyembunyikan pertukaran data yang terjadi. Mudahnya, menggunakan VPN seperti mengakses internet dengan sebuah lorong rahasia khusus.

Untuk menjalankan fungsi tersebut, perlu adanya dukungan protokol jaringan. Beberapa protokol yang biasa digunakan adalah:

  • PPTP
  • L2TP/IPSec
  • OpenVPN
  • IKEv2/IPSec
  • SSTP

Berbagai detail spesifik seperti kecepatan, keamanan, hingga efektivitas koneksi suatu VPN ditentukan oleh jenis protokol sekaligus konfigurasi yang digunakan.

VPN | image 1

Protokol yang paling lumrah digunakan adalah PPTP (point-to-point tunneling). Protokol ini tidak membutuhkan pemasangan yang rumit dan mendukung hampir semua sistem operasi, baik desktop ataupun perangkat mobile.

Protokol ini ideal digunakan untuk hal-hal sederhana, seperti mengakses konten yang dikunci berdasarkan lokasi atau situs-situs yang terblokir. Namun, PPTP tidak disarankan untuk mengakses data-data penting dan sensitif.

Untuk kamu yang mencari koneksi dengan keamanan dan kecepatan yang sama baiknya, protokol OpenVPN adalah solusi paling ideal. Teknologi ini relatif baru, serta menggunakan protokol dengan tingkat keamanan yang dapat diandalkan seperti OpenSSL.

Penggunaan OpenSSL membuat OpenVPN bisa mengadopsi berbagai ragam enkripsi, sehingga bisa meningkatkan tingkat keamanan transmisi data. Kualitas koneksinya pun relatif stabil, sehingga bisa diandalkan untuk proses transfer data jarak jauh sekalipun.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih layanan

VPN | image 5

Sebelum membeli layanan VPN, ada beberapa hal yang patut kamu pertimbangkan. kamu perlu mengetahui keperluan menggunakan VPN, serta memahami segala jenis fitur dan karakteristik dari masing-masing penyedia layanan.

Tidak semua penyedia layanan VPN sama. Beberapa hal yang perlu kamu pertimbangkan antara lain:

  • Kuota bandwith yang ditawarkan

Apabila kamu membutuhkan VPN untuk mengakses layanan streamingfilm seperti Netflix atau Amazon Prime Video, maka harus dipastikan bahwa penyedia layanan VPN tidak memberlakukan kuota transmisi data (atau memberikan kuota yang sangat besar).

Selain itu, kamu juga perlu memastikan kualitas koneksi yang disediakan, baik dalam hal stabilitas maupun kecepatan. Untuk mencari tahu, bisa dengan cara membaca ulasan sesama pengguna ataupun pakar teknologi di internet.

  • Kompatibilitas dengan perangkat milikmu

Mayoritas penyedia layanan VPN sudah mengembangkan produk masing-masing agar bisa digunakan di berbagai perangkat. Namun, ada juga beberapa yang hanya mendukung perangkat atau sistem operasi tertentu.

Kamu perlu memastikan bahwa penyedia layanan VPN mendukung perangkat milikmu. Misalnya, kamu hendak menggunakan VPN pada laptop pribadi dengan sistem operasi Windows dan Apple TV di rumah. Itu berarti kamu harus memilih layanan VPN yang bisa digunakan baik di Windows ataupun tvOS (sistem operasi pada Apple TV).

  • Jumlah dan lokasi server

Makin banyak server yang dimiliki penyedia layanan VPN, makin baik juga pilihan dan kualitas koneksi yang bisa kamu nikmati. Bukan hanya soal kuantitas saja, pastikan juga persebaran lokasi server. Hal ini akan berdampak pada kualitas koneksi serta mengakses konten yang dikunci berdasarkan lokasi.

  • Kualitas layanan pelanggan

Hal ini kerap terlupakan oleh pengguna. Padahal, keberadaan layanan pelanggan yang andal bisa menghindarkan kamu dari kerugian. Mulai dari gangguan jaringan, bantuan konfigurasi, hingga klaim garansi.

Untuk mendapatkan respons cepat, sebaiknya kamu mencari penyedia layanan yang memiliki panduan FAQ lengkap serta fiturlive-chat. Biasanya, laporan melalui emailataupun formulir online bisa memakan waktu beberapa hari untuk ditindaklanjuti.

  • No-log policy

Sebagai pengguna layanan VPN, kamu tentu ingin mendapatkan keamanan dan anonimitas. Dengan adanya no-log policy,penyedia layanan memberikan jaminan bahwa mereka tidak akan merekam data ataupun informasi apa pun dari pengguna, sehingga privasi kamu tetap terjaga.

  • Skema pembayaran dan berlangganan

Pelajari cara-cara pembayaran yang disediakan, paket yang ditawarkan, dan harga dari masing-masing penyedia layanan. Pelajari juga berbagai promosi yang kerap ditawarkan, agar tidak terjebak di sebuah promosi palsu.

Pengguna sebaiknya berhati-hati apabila ada penawaran dari suatu penyedia layanan dengan harga yang kelewat murah, karena justru berpotensi merugikan. Bisa saja layanan mereka buruk, atau malah sebuah penipuan.

Rekomendasi penyedia layanan VPN

Kamu masih bingung memilih penyedia layanan VPN? Di bawah ini, saya merekomendasikan tiga layanan berbayar yang telah teruji dan dapat diandalkan. Masing-masing memiliki ragam fitur dan harga yang berbeda. Ketiga layanan VPN tersebut adalah:

NordVPN

NordVPN

Fitur

  • Memiliki lebih dari 5.400 server di lebih dari 60 negara.
  • Tanpa kuota bandwithdan mampu mengakses layanan streamingataupun torrent.
  • Dapat dipakai pada enam perangkat berbeda secara bersamaan.
  • Dilengkapi CyberSecuntuk memblokir malwaredan spyware.

Harga

  • Mulai dari US$11,95 (sekitar Rp169.000) per bulan, atau US$83.88 (sekitar Rp1,18 juta) per tahun.

NordVPN merupakan salah satu penyedia layanan VPN global yang paling unggul. Harga yang dipatok cukup terjangkau dan menawarkan kecepatan, kestabilan, dan keamanan koneksi yang mumpuni.

Selain itu, NordVPN juga bisa mengakses berbagai layanan streamingseperti Netflix, HBO GO, ataupun Amazon Prime Video. Penggunaan AES-256, no-log policy, dan protokol OpenVPN juga menjanjikan jaminan privasi dan keamanan.

ExpressVPN

Fitur

  • Memiliki lebih dari 3.000 server di lebih dari 94 negara.
  • Tanpa kuota bandwithdan mampu mengakses layanan streamingataupun torrent.
  • Bisa dipasang pada aplikasi browserseperti Chrome, Firefox, atau Safari.

Harga

  • Mulai dari US$12,95 (sekitar Rp183.000) per bulan, atau US$99,99 (sekitar Rp1,4 juta) per tahun.

ExpressVPN termasuk salah satu penyedia yang layak dipertimbangkan. Layanan ini mampu menghadirkan koneksi yang sangat cepat, bahkan relatif lebih cepat dari NordVPN pada beberapa kasus.

ExpressVPN juga dilengkapi fitur MediaStreamer, sehingga memungkinkan pengguna untuk menggunakan VPN di beragam perangkat, seperti Smart TV, Apple TV, ataupun console game. Enkripsi 256-bit,no-log policy, dan protokol OpenVPN pun sangat aman untuk digunakan.

CyberGhost 

VPN | image 4

Fitur

  • Memiliki 3.700 serverdi lebih dari 60 negara.
  • Tanpa kuota bandwithdan mampu mengakses layanan streamingataupun torrent.
  • Konfigurasi dan interfaceyang user-friendly.
  • Dapat dipakai pada tujuh perangkat berbeda secara bersamaan.

Harga

  • Mulai dari US$5,99 (sekitar Rp84.000) per bulan, atau US$35,88 (sekitar Rp508.000) per tahun.

Apabila harga menjadi pertimbangan utama, maka CyberGhost adalah penyedia layanan VPN yang layak dicoba. Dengan harga lebih ekonomis dibanding dua rekomendasi pertama, CyberGhost tetap menjanjikan jaminan keamanan dan kerahasiaan, lengkap dengan enkripsi 256-bit danno-log policy.

Memang, jika dibandingkan dengan dua nama sebelumnya, CyberGhost kurang andal dalam hal stabilitas dan kecepatan koneksi. Namun tetap masih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti membuka situs yang diblokir atau mengakses konten yang dikunci berdasarkan lokasi.