Artikel ini berasal dari episode GGV Capital 996, sebuah podcast tentang teknologi dan kewirausahaan di Cina yang dipandu oleh Hans Tung dan Zara Zhang. Artikel telah direvisi dari transkrip aslinya. Untuk mendengar wawancara lebih lengkapnya, kamu bisa klik di sini. Kamu juga bisa mencarinya di aplikasi podcast apa pun dengan mengetik kata kunci “996” .

Keterangan: GGV Capital merupakan investor awal Clobotics pada 2017, dan Jenny Lee selaku Managing Partner menduduki posisi dewan.


George Yan merupakan Founder sekaligus CEO Clobotics, sebuah startup computer visionyang berupaya mengubah industri konvensional menjadi lebih modern. Berdiri tahun 2016, saat ini Clobotics berkantor pusat di Shanghai dan Seattle, dengan kantor lain juga berada di Beijing, Dalian, dan Singapura. Mereka telah mempunyai 40 hak paten dan mengantogi pendanaan US$21 juta (sekitar Rp296 miliar) dari perusahaan modal ventura (VC).

Sebelum mendirikan Clobotics, selama 16 tahun Yan bekerja di Microsoft Amerika Serikat dan Cina. Jabatannya sebagai Vice President dan General Manager pada divisi pemasaran dan operasional.

Ia bertanggung jawab pada keberhasilan Microsoft Cloud, Azure, dan Office 365 di dua negara tersebut. Yan juga bekerja di Goldman Sachs dan konsultan global McKinsey & Company di Amerika Serikat, sebuah perusahaan keuangan terkemuka.

Pada sesi wawancara ini, Yan membahas kapan sebaiknya seseorang mengambil keputusan meninggalkan perusahaan teknologi besar untuk menjadi pengusaha. Juga apa saja yang ia pelajari saat membantu Microsoft masuk ke Cina dan beberapa saran bagi perusahaan Amerika yang hendak ekspansi ke negeri tirai bambu tersebut.

Bagaimana Clobotics membantu industri tradisional?

Pada usaha retail, kami fokus mendigitalkan produk. Kami pikir saat ini, retail offline mengalami persaingan yang berat, karena sangat sulit untuk menghubungkan orang dengan produk di toko.

Inilah masalah yang ingin kami pecahkan. Setelah kamu membangun interaksi dengan pelanggan suatu produk, kamu akan menyadari model berbeda tentang bagaimana retail offline bisa menghasilkan pendapatan di masa mendatang.

Sebagai contoh, saat membuka kulkas di toko. Kamu akan melihat produk internet-of-things(IoT) kami terpasang di pintunya. Pada dasarnya ini hanya berupa dua kamera yang memantau produk apa saja yang telah diambil pelanggan.

Kemudian, kami memproses lebih dalam, di mana algoritmedeep-learningmengenali produk apa yang telah diambil tersebut. Proses ini memberi keterbukaan bisnis soal bagaimana produk point-of-salebekerja secara real time.

Ketika pertama fokus di bisnis ini, kami melihat hambatan yang sama tentang teknologi dasar di bidang energi anginindustri pertama kamidan retail. Hambatan tersebut berupa perangkat keras dan lunak, computer vision, hingga automasi. Kami yakin teknologi ini semestinya bisa diterapkan ke berbagai industri.

Awalnya kami masuk ke ranah energi angin karena punya latar belakang terkait drone, perangkat keras, dan computer vision. Kemudian, kami melihat bahwa retail merupakan industri bernilai bernilai tinggi (hingga mencapai kuadriliun rupiah) namun tidak menggunakan teknologi memadai.

Kami yakin jika bisa menyediakan teknologi yang sama untuk bisnis retail offline. Mereka dapat menggunakannya sebagai alat perlawanan yang adil menghadapi perusahaan seperti Amazon.

Apa yang kamu pelajari ketika pindah dari perusahaan besar dan membangun perusahaan sendiri?

Saya pikir, hal penting yang saya dapat dari pengalaman bekerja selama dua setengah tahun di dunia startupadalah menyadari bahwa saya tidak tahu apa-apa.

Jika kamu ikan besar di kolam kecil, kamu cenderung berpikir tahu segalanya. Dapat melakukan apa pun dengan mata tertutupdan pengalaman ini bisa membosankan. Jadi, keluarlah dari zona nyaman ke ruang baru, karena ada dunia yang lebih besar di luar sana.

Pada kasus saya, empat tahun lalu, saya berada di balik sebuah acara, mendengar para CEO startupmenyampaikan pidato mereka. Saya merasakan gairah dalam cara mereka menceritakan kisahnya.

Kemudian melihat ke dalam diri sendiri dan berkata, apakah saya hanya akan menjadi orang yang berada di jalur cepat sebuah perusahaan besar? Atau ingin melakukan sesuatu yang lebih besar lagi?

Saya merasa punya visi dan misi untuk melakukan digitalisasi dunia fisik. Saya menyadari punya talenta,tool, sumber daya manusia, dukungan, dan pandangan dunia untuk mewujudkannya. Jadi mengapa tidak mengambil risiko dan mencoba?

George Yan | Clobotics

CEO Clobotics George Yan

Apa tantangan terbesar yang kamu hadapi ketika mendirikan perusahaan sendiri?

Saya pikir ini tentang menyadari diri bahwa tanpa nama dan reputasi besar yang menyertai, orang akan memandang kamu sedikit berbeda. Dan kamu harus setuju dengan itu.

Kebanggaan atau “fasilitas tambahan” yang didapatkan ketika bekerja di perusahaan besar akan hilang, dan sekarang kamu harus membangun lagi reputasi itu. Kamu harus menggunakan kedua tanganmu, bersama co-founder menyingsingkan lengan baju, dan membangun semuanya dari bawah.

Kenyataan ini mengejutkan saya. Setelah meninggalkan tempat di mana orang-orang menggelar karpet merah untuk saya. Punya orang-orang yang mengatur seluruh jadwal saya. Belakangan harus melakukan semuanya sendiri. Di medan perang yang berbeda ini saya harus punya kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Saya pikir, CEO startupmemerlukan itudan mesti menguasainya dengan cepat.

Apakah sebaiknya seorang pengusaha berlatih di perusahaan besar terlebih dahulu atau langsung terjun membangun usaha?

Dari pengalaman pribadi saya, saya pikir berlatih di perusahaan besar seperti Microsoft memungkinkan kamu menjalankan berbagai peran. Saya memulai sebagai engineer, kemudian pindah ke bidang manajemen produk sebelum akhirnya memimpin satu tim teknik besar.Setelah itu, saya ke Cina menjalankan bisnis lokal perusahaan. Jadi oragnisasi yang besar itu bisa memberi kamu kesempatan memiliki banyak peran dan menguasainya.

Jika dipikir-pikir, langkah ini punya risiko rendah. Kamu tidak harus berkorban banyak dengan mencoba hal-hal baru di perusahaan besar.

Kamu tidak perlu khawatir tentang bagaimana menggaji 70 hingga 80 orang yang menjadi tanggung jawabmu. Tapi kamu harus katakan pada diri sendiri bahwa saat kamu siap, lompatlah. Bahkan jika kamu berpikir baru hampir siap. Karena akan ada VC baik yang bisa membantu kamu mencapai tujuan dan menuju pintu keluar.

Setiap orang butuh dorongan. Bagi saya, mengikuti acara empat tahun lalu merupakan dorongan tersebut.

Apa keuntungan menjalani berbagai peran, mulai dari engineering, operasional, dan menjadi seorang CEO?

Peran mungkin berbeda, tapi prinsip dasar dan pendekatan dalam menyelesaikan masalah sebenarnya tetap sama. Berasal dari latar belakang teknis, secara alami saya mencoba pendekatan logis dalam membedah masalah menjadi beberapa bidang, melakukan penawaran, dan memastikan proses pengambilan keputusan berdasarkan logika. Saya selalu mencoba menerapkan rangkaian keterampilan yang sama entah ketika saya menjalankan peran sebagai engineering, produk, atau datang ke Cina.

Namun saya segera tahu bahwa di dunia startup, ini tidak selamanya berlaku. Jadi, kini saya punya lingkaran kolega yang berisikan mantan CEO dan CEO yang masih mengembangkan perusahaan lebih kecil atau besar dari saya. Mereka yang saya ajak bicara setiap hari. Kami bertukar pikiran untuk memastikan bahwa saya tidak melewatkan hal-hal yang seharusnya dihindari atau abaikan. Saya pikir itu penting.

Sekali lagi, penting untuk menyadari kamu tidak tahu apa-apa. Saya merasa sangat, sangat cukup membantu dengan terbentuknya sistem pendukung di sekitar kamu dan memiliki orang-orang yang akan memberi ide dan saran, bahkan menantang strategi dan pengambilan keputusan.

Apa saran kamu untuk perusahaan teknologi Amerika Serikat yang ingin memasuki pasar Cina?

Jujur, ini akan menantang. Dan saya bisa katakan, bahkan perusahaan multinasional pun belum menemukan jawabannya. Dibutuhkan orang-orang khusus yang tidak hanya berpenampilan layaknya penduduk lokal, tapi juga memahami lingkungan dan budaya setempat, mengetahui cara perusahaan Amerika Serikat bekerja, dan dapat cepat belajar serta beradaptasi dengan lingkungan di Cina.

Jadi, jangan terburu-buru masuk ke Cina. Negara ini bukanlah tempat di mana kamu menancapkan bendera dan berkata, “Kami di Cina.” Ini adalah perjalanan tiga hingga lima tahun. Kamu akan dibantai. Temukan talenta yang tepat dan rawatlah jika perlu.

Jika seseorang bisa menemukan formula rahasia, kamu harus menjualnya ke Microsoft, Amazon, atau perusahaan sejenisnya karena mereka belum mengetahuinya.

 

Source